1 Instalasi Jaringan WLAN
Langkah – langkah
A. Alat
dan bahan
1. Acces
point tp-link TL-WA701ND
2. Router
TP-LINK TL-MR3420
3. Wirrelles
out door
4. Wireless
modem
5. Kabel
lan
6. Computer/laptop
Alat dan bahan berserta fungsi- fungsi nya
Berikut adalah
Alat-alat Yang Dibutuhkan untuk Membuat Jaringan Wifi, seperti Access Point,
Antena Omni, Box Access Point, Kabel Pigtail/Kabel Jumper, POE (Power Over
Ethernet), Kabel UTP/STP, Penangkal Petir (Lightning Arrester), Tower.
1. Access Point
Fungsi Access
Point ibaratnya sebagai Hub/Switch di jaringan lokal, yang bertindak untuk
menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para
client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda
dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga
mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan
sinyal(ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.
2. Antena Omni
Untuk
memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni
eksternal, meski ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni,
namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas
area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata
berkekuatan 15dB. Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat,
jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.
3. Kabel Pigtail/Kabel Jumper
Kabel Pigtail
atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan
dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter,
selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal(loss dB) Pada kedua ujung
kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang
melekat pada access point anda.
4. POE (Power Over Ethernet)
Agar kabel
listrik tidak dinaikkan ke atas untuk “menghidupkan” access point maka anda
memerlukan alat “POE” ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel
ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot
lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.
5. Kabel UTP/STP
Meski namanya
perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini
diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada
LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router
atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna
meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.
6. Penangkal Petir (Lightning Arrester)
Sebagai
pengaman dari petir maka anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan
kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian(grounding), komponen
ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena
eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang
tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat
grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan
terhadap serangan petir.
7. Tower
Guna
mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena
omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap
sinyal radio anda dengan baik.
PERANGKAT CLIENT WLAN :
Pada sisi
client, untuk menangkap sinyal dari “antena omni” anda maka perangkat client
sbb : Untuk Client yang jaraknya dari tempat pemancar kurang dari 1 KM, lebih
ekonomis jika menggunakan wajan bolic, dimana pada perangkat tersebut biasanya
sudah dilengkapi dengan USB Wifi, yang disambungkan dengan kabel UTP plus kabel
extended USB, jadi langsung anda bisa menancapkannya ke komputer.
Apabila jarak
client lebih dari 1 KM, anda membutuhkan 2 perangkat, pertama, access point dan
kedua antena eksternal pengarah atau type grid untuk menangkap sinyal dari
pemancar anda.
1. Reset
asses point
2. Masuk
ke network klik edit connetions
3. Doeble
klik wired,methotnya buat manual
4. Misal
ip addres asses pointny 192.168.1.254
5. Maka
ip addres computer di buat terserah tapi
tidak boleh sama contoh computer yang
saya setting 192.168.1.253,netmask 255.255.255.0,gateway kosongkan dulu
6. Masuk
menu asses point
7. Network
type :
ganti menjadi static ip
Ip addres : 214.214.4.20
Subnet
mask : 255.255.255.0
Gateway : 214.214.4.1

8. Save
9. Wireless
seting SSID : terserah missal saya buat riky
Region
: Indonesia
Chanel : 2

Mode,chanelwidht
maxti rate ga usah diubah akan muncul gambar seoerti yang dia atas
10.
Wireeles security wpa :terserah missal
smk karya setia

11. Dhcp
setting :
enable
Prima dns :8.8.8.8
Secondary dns :8.8.4.4
12. Save
13. Reboot
14. Pasangf
modem wireless dan pasang kabel lan
ke switch lalu restart
untuk mengetahui sudah
terkoneksi atau belom jaringan tersebut lakukan ping
contoh ping(spasi) kemudian
masukan ip addres yang kmu setting tadi missal seperti yang di bawah ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar